Laporan IDC yang dirilis pada 9 Desember 2025 menyebutkan bahwa segmen HP konvensional dengan layar non-lipat (non-foldables) diperkirakan akan mengalami penurunan pengapalan sebesar 1,4 persen pada 2026. Penurunan ini mencerminkan kejenuhan pasar, di mana inovasi pada HP konvensional dinilai tidak lagi cukup kuat untuk mendorong konsumen melakukan upgrade secara rutin.
HP Lipat Menjadi Titik Terang Industri Smartphone
Di tengah tekanan pada segmen HP konvensional, IDC justru melihat prospek yang sangat berbeda untuk kategori HP lipat. Pengapalan HP lipat secara global diprediksi tumbuh signifikan hingga 29,7 persen pada 2026. Angka ini menunjukkan bahwa konsumen mulai melihat HP lipat sebagai bentuk inovasi yang relevan dan layak dipertimbangkan.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah kemunculan iPhone lipat pertama yang telah lama dinantikan pasar. Selain itu, Samsung juga disebut akan melangkah lebih jauh dengan menghadirkan Galaxy Z TriFold, sebuah HP lipat tiga yang menandai fase baru inovasi desain smartphone.
Inovasi Samsung, Huawei, dan Efek Masuknya Apple
Direktur riset senior IDC, Nabila Popal, menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode yang sangat bergairah bagi kategori HP lipat. Pertumbuhan tahunan hampir 30 persen dinilai jauh melampaui proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran 6 persen.
Samsung diperkirakan akan membuka 2026 dengan Galaxy Z TriFold, sekaligus membawa konsep HP lipat tiga ke pasar mainstream global. Momentum ini diperkuat oleh keberhasilan Galaxy Z Fold7 pada 2025. Di sisi lain, Huawei dengan perangkat lipat berbasis HarmonyOS Next juga diprediksi mencatatkan pertumbuhan kuat, dengan pengapalan yang hampir dua kali lipat pada 2026.








Responses (2)