Daftar isi
Narator lalu membacakan: “Link kembali pada akhir tahun ‘98 di dunia 3D waktu nyata: Zelda 64. Sebuah game yang akan segera hadir eksklusif untuk Nintendo 64,” sementara layar menampilkan versi beta Zelda: Ocarina of Time. Versi beta adalah versi pengembangan yang belum final. Link sendiri adalah tokoh utama seri Zelda.
Dari narasi itu terlihat jaraknya: kaset terbit pada akhir 1997, sedangkan game yang Nintendo janjikan itu hadir pada akhir 1998, sekitar satu tahun kemudian.
Gamer modern mungkin tidak langsung mengerti mengapa cuplikan yang bukan trailer sebenarnya ini begitu meyakinkan. Pada masanya, 3D waktu nyata, yaitu gambar tiga dimensi yang tampil langsung saat game berjalan, sangat mengesankan.
Beda versi beta dengan versi final
Versi pengembangan itu menampilkan sejumlah hal yang tidak sama dengan versi final:
- Stalfos, musuh dalam seri Zelda, tampil berbeda dari versi final.
- Arsitektur kastil Ganondorf, antagonis seri Zelda, masih “dalam pengerjaan”.
- Ada gumpalan yang bisa terbelah menjadi dua.
- Animasi Link lebih banyak dan lebih detail daripada versi final.
Poin terakhir terasa aneh, karena versi beta justru lebih kaya animasi ketimbang produk jadinya.
Dua kaset yang membentuk ingatan gamer
Video YouTube yang menayangkan ulang isi kaset memperlihatkan jejak tak terhapuskan pada banyak gamer. Isi kaset yang dulu datang bersama majalah kini bisa ditonton ulang siapa saja, termasuk pemain yang lahir jauh setelah 1997. Cuplikan Ocarina of Time muncul lagi di kaset VHS lain berjudul “The Official 98 Catalog”.
Klip pendek di kaset kedua itu menuntun penonton ke trailer yang jauh lebih epik. Dua video tersebut menjadi titik awal legenda Zelda: Ocarina of Time bagi banyak gamer, dan remake-nya rilis 29 tahun kemudian di Nintendo Switch 2, pada Kamis, 5 November 2026.
Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati dan PT Arsyila Bintang Fortuna. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.