Meskipun masih bersifat mekanis dan sederhana, inovasi pada masa ini menunjukkan pola yang konsisten: teknologi diciptakan untuk meringankan beban fisik manusia dan meningkatkan efisiensi kerja. Inilah cikal bakal pemikiran bahwa teknologi adalah alat bantu, bukan sekadar simbol kemajuan.
Revolusi Industri: Titik Balik Dunia Modern
Sejarah mencatat Revolusi Industri abad ke-18 sebagai titik balik terbesar dalam perkembangan teknologi. Mesin mulai menggantikan tenaga manusia dan hewan, mengubah sistem produksi secara radikal.
Penemuan mesin uap oleh James Watt pada 1769 menjadi katalis utama. Teknologi ini tidak hanya merevolusi industri manufaktur, tetapi juga transportasi melalui kereta api dan kapal uap. Dunia memasuki era baru di mana kecepatan, skala produksi, dan efisiensi menjadi ukuran kemajuan.
Dari sudut pandang pakar ekonomi, Revolusi Industri adalah momen ketika teknologi mulai secara langsung menentukan struktur sosial dan ekonomi masyarakat.
Abad ke-20: Percepatan Inovasi Tanpa Preseden
Jika Revolusi Industri membuka pintu modernitas, maka abad ke-20 adalah masa percepatan tanpa henti. Listrik, telepon, mobil, dan pesawat terbang mengubah cara manusia berkomunikasi dan berpindah tempat.







