Tujuan utama dari metode ini adalah meningkatkan akurasi dan relevansi petunjuk arah. Meski demikian, dalam tahap awal penerapan, masih ditemukan beberapa landmark yang secara visual kurang menonjol. Google menyebutkan bahwa sistem ini akan terus disempurnakan seiring bertambahnya data dan umpan balik pengguna.
Desain Ulang Menu Pengaturan yang Lebih Ringkas
Pembaruan penting lainnya hadir dalam bentuk desain ulang menu Pengaturan Google Maps. Menu lama yang dikenal panjang dan membingungkan kini digantikan dengan struktur yang lebih sederhana dan terorganisir. Pengaturan dikelompokkan ke dalam tujuh kategori utama, mulai dari Aplikasi & Tampilan hingga Tentang & Ketentuan.
Kategori tersebut mencakup pengaturan navigasi, jenis kendaraan, lokasi dan privasi, peta offline, serta notifikasi. Dengan struktur baru ini, pengguna dapat menemukan opsi yang dibutuhkan dengan lebih cepat dan efisien. Akses ke menu Pengaturan dilakukan dengan mengetuk foto profil di samping kolom pencarian, lalu memilih opsi Pengaturan.
Menu Pengaturan versi baru saat ini telah tersedia di Google Maps versi beta untuk Android dan iOS. Fitur ini terpantau aktif di perangkat Pixel 6 Pro dengan Android 16 QPR3 Beta serta iPhone 15 Pro Max dengan iOS 26.3 Beta.
Google Maps Kian Tegaskan Posisi sebagai Navigasi Berbasis AI
Dengan rangkaian pembaruan ini, Google Maps semakin menegaskan transformasinya dari aplikasi peta konvensional menjadi platform navigasi berbasis AI. Kemampuan percakapan alami, navigasi kontekstual berbasis landmark, serta antarmuka yang lebih rapi menjadi fondasi utama Google dalam menghadapi persaingan peta digital global.








Responses (2)