Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Google Maps Makin Pintar, Kini Bisa Diajak Ngobrol dan Paham Landmark di Jalan

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Pengguna akan menerima instruksi seperti “belok kanan setelah restoran Thai Siam” atau “belok kiri setelah gedung perkantoran berwarna biru”. Pendekatan ini dinilai lebih intuitif, terutama di kawasan perkotaan yang padat dan kompleks. Landmark yang disebutkan juga akan disorot langsung di peta ketika kendaraan mendekat, sehingga pengguna dapat dengan cepat mencocokkan panduan digital dengan kondisi nyata di lapangan.

Cara Gemini Memilih Landmark di Google Maps

Google menjelaskan bahwa pemilihan landmark dilakukan melalui analisis ratusan juta lokasi yang tersimpan di Google Maps. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan citra Street View untuk memastikan bahwa landmark benar-benar terlihat dari sudut pandang pengguna di jalan.

Tujuan utama dari metode ini adalah meningkatkan akurasi dan relevansi petunjuk arah. Meski demikian, dalam tahap awal penerapan, masih ditemukan beberapa landmark yang secara visual kurang menonjol. Google menyebutkan bahwa sistem ini akan terus disempurnakan seiring bertambahnya data dan umpan balik pengguna.

Desain Ulang Menu Pengaturan yang Lebih Ringkas

Pembaruan penting lainnya hadir dalam bentuk desain ulang menu Pengaturan Google Maps. Menu lama yang dikenal panjang dan membingungkan kini digantikan dengan struktur yang lebih sederhana dan terorganisir. Pengaturan dikelompokkan ke dalam tujuh kategori utama, mulai dari Aplikasi & Tampilan hingga Tentang & Ketentuan.

Kategori tersebut mencakup pengaturan navigasi, jenis kendaraan, lokasi dan privasi, peta offline, serta notifikasi. Dengan struktur baru ini, pengguna dapat menemukan opsi yang dibutuhkan dengan lebih cepat dan efisien. Akses ke menu Pengaturan dilakukan dengan mengetuk foto profil di samping kolom pencarian, lalu memilih opsi Pengaturan.

Menu Pengaturan versi baru saat ini telah tersedia di Google Maps versi beta untuk Android dan iOS. Fitur ini terpantau aktif di perangkat Pixel 6 Pro dengan Android 16 QPR3 Beta serta iPhone 15 Pro Max dengan iOS 26.3 Beta.

Google Maps Kian Tegaskan Posisi sebagai Navigasi Berbasis AI

Dengan rangkaian pembaruan ini, Google Maps semakin menegaskan transformasinya dari aplikasi peta konvensional menjadi platform navigasi berbasis AI. Kemampuan percakapan alami, navigasi kontekstual berbasis landmark, serta antarmuka yang lebih rapi menjadi fondasi utama Google dalam menghadapi persaingan peta digital global.

Ke depan, Google Maps berpotensi menjadi asisten perjalanan yang semakin personal, adaptif, dan terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari pengguna. Pembaruan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan tidak hanya meningkatkan teknologi, tetapi juga mengubah cara manusia berinteraksi dengan informasi di perjalanan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Komentar

  1. […] Google Maps memasuki fase baru dalam evolusi layanan peta digital dengan mengandalkan kecerdasan buatan Gemini sebagai fondasi utama pengembangan fitur. Pembaruan ini tidak hanya berdampak pada pengalaman pengguna, tetapi juga mencerminkan strategi bisnis Google dalam mempertahankan dominasinya di industri navigasi global yang semakin kompetitif. […]

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *