Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Gemini Ungkap Teknologi Deteksi Gambar AI yang Mencengangkan, Tapi Ada Batas Besarnya

2 menit baca
Ukuran teks 100%

Gemini Hadirkan Deteksi Gambar AI: Terobosan Besar dengan Syarat Penting

Google kembali membuat langkah besar dengan merilis kemampuan deteksi gambar AI lewat sistem SynthID ke publik. Teknologi ini sebelumnya hanya tersedia dalam versi beta tertutup. Kini siapa pun dapat memanfaatkan fitur ini melalui Gemini. Kehadiran fitur ini menjadi angin segar bagi pengguna yang ingin memastikan keaslian konten visual di internet.

Google mengklaim bahwa deteksi gambar AI lewat watermark tak terlihat dapat bekerja seperti watermark visual tradisional. Strategi ini dinilai lebih efektif karena watermark tidak mengganggu tampilan gambar. Teknologi tersebut melekat pada konten AI yang dibuat lewat model visual Google. Inilah alasan mengapa kemampuan deteksi gambar AI menjadi sangat penting saat ini.

Rilis ini hadir bersamaan dengan peluncuran nano banana pro, sebuah editor gambar AI andalan Google. Model terbaru tersebut kini mampu menampilkan teks lebih jelas dan meningkatkan kualitas visual hingga 4K. Kualitas tinggi ini membuat konten semakin mudah dibuat. Namun hal tersebut juga menambah urgensi penggunaan deteksi gambar AI, karena konten palsu menjadi semakin sulit dibedakan.

Lonjakan Deepfake dan Pentingnya Deteksi Gambar AI

Deepfake bukan hal baru. Namun kemunculan AI generatif membuat proses pembuatannya jauh lebih cepat dan murah. Teknologi seperti milik Google dan OpenAI membuka jalan bagi siapa saja untuk menciptakan gambar atau video palsu dengan hasil sangat realistis. Konten AI berkualitas rendah hingga deepfake profesional kini bertebaran di internet. Kondisi ini mendorong kebutuhan sistem deteksi gambar AI yang lebih kuat.

Salah satu pemicunya adalah Sora milik OpenAI. Aplikasi video ini menunjukkan betapa mudahnya teknologi AI disalahgunakan. Dengan kemampuan itu, tingkat penyebaran konten palsu meningkat cepat. Krisis deepfake kini berkembang menjadi masalah besar. Deteksi gambar AI menjadi solusi awal yang wajib tersedia bagi publik.

SynthID: Fondasi Baru Deteksi Gambar AI dari Google

Pada 2023, Google memperkenalkan SynthID sebagai sistem watermark tak terlihat yang menempel pada konten AI. Setiap model yang dirilis setelahnya otomatis menyematkan watermark SynthID. Selain watermark tersembunyi, terdapat juga watermark visual berbentuk kilauan kecil. Namun watermark visual sering terlewat saat pengguna menggulir feed dengan cepat. Inilah alasan mengapa deteksi gambar AI berbasis watermark tersembunyi menjadi lebih relevan.

SynthID bekerja dengan cara menganalisis pola watermark dalam gambar. Dengan metode ini, Gemini dapat memberi tahu apakah gambar tersebut dibuat

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *