Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

OpenAI Paparkan Fitur ChatGPT untuk Otomatisasi Kerja di Jakarta

3 menit baca
Ukuran teks 100%
Daftar isi

Skills ChatGPT Kerjakan Tugas Berulang Tanpa Prompt Ulang

INFO TEKNO> OpenAI memaparkan sejumlah fitur ChatGPT untuk mengotomatisasi pekerjaan, antara lain Skills, Plugins, Computer Use, dan Sites, dalam workshop di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

ChatGPT kini tidak hanya menjawab pertanyaan singkat. Aplikasi buatan OpenAI itu memuat fitur untuk membuat alur kerja atau workflow lebih lancar.

Skills: Tugas Berulang Tanpa Prompt Ulang

Skills mengotomatisasi tugas. Fitur ini membantu ChatGPT mengerjakan pekerjaan yang berulang, jadi pengguna tak perlu menulis prompt, template, atau proses yang sama setiap kali.

“Skills memahami, mengingat, dan tidak meminta kalian untuk mengulang,” ujar Jaeyoung Shin, Delivery Lead APAC OpenAI, saat workshop berlangsung di Jakarta.

“Cukup aktifkan Skill spesifik, dan fitur itu akan mengikuti langkah atau template yang sudah ditentukan untuk tugas yang repetitif,” sambungnya.

Jae sendiri membuat Skill penerjemah bahasa Indonesia ke Inggris. Dengan begitu, ia tak perlu meminta ChatGPT menerjemahkan berulang kali, dan waktunya lebih hemat.

Plugins dan Tugas Terjadwal

Skills bisa dipadukan dengan Plugins, yang menghubungkan ChatGPT ke aplikasi dan layanan favorit pengguna. OpenAI sering memakai Google Workspace, sehingga Jae menautkan Gmail dan Google Drive ke ChatGPT.

Dari sambungan itu, ia membuat tugas otomatis. “Saya meminta ChatGPT untuk membuat tugas otomatis. Jalankan tugas ini setiap pagi pukul 8, yang menampilkan tiga email prioritas utama untuk saya tanggapi,” jelas Jae saat memberi contoh pemakaian Skills dan Plugins sekaligus.

Pengguna bisa memantau tugas terjadwal lewat tab Scheduled di sidebar. Tab itu juga memuat beberapa prompt contoh untuk memulai tugas terjadwal baru.

Computer Use: ChatGPT Mengoperasikan Antarmuka

Computer Use membuat ChatGPT bisa melihat sekaligus menjalankan antarmuka pada komputer macOS dan Windows. Jae menyatakan fitur ini hanya mendapat akses ke lingkungan tertentu, jadi ChatGPT tidak akan membuka informasi sensitif secara sembarangan.

Sites: Visualisasi Data Jadi Halaman Web

Lewat Sites, pengguna dapat mengubah visualisasi data atau slide presentasi menjadi halaman web, tanpa perlu coding. Aplikasi web itu tidak butuh domain khusus dan menyertakan tautan untuk dibagikan ke orang lain.

FAQ

Q: Apa itu Skills di ChatGPT?
A: Skills adalah fitur ChatGPT yang mengotomatisasi tugas berulang, sehingga pengguna tidak perlu menulis ulang prompt, template, atau proses yang sama. Pengguna cukup mengaktifkan Skill spesifik, lalu ChatGPT mengikuti langkah atau template yang sudah ditentukan. Jaeyoung Shin dari OpenAI membuat Skill penerjemah bahasa Indonesia ke Inggris sebagai contoh.

Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati dan PT Arsyila Bintang Fortuna. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

Sumber: https://infotekno.net/fitur-chatgpt-skills-plugins-sites/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *