Di sektor audio, Spotify mengubah konsep kepemilikan musik menjadi akses ke katalog global. Model langganan bulanan kini menjadi standar industri.
YouTube dan Kebangkitan Kreator
Tak kalah penting, YouTube membuktikan bahwa konten buatan pengguna (UGC) mampu menyaingi, bahkan melampaui, produksi studio besar. Kreator individu kini memiliki pengaruh setara media arus utama.
Menurut pakar UX, keberhasilan streaming bukan semata soal teknologi, tetapi karena ia menyelesaikan masalah konsumen: lebih murah, lebih mudah, dan lebih nyaman dibanding pembajakan atau media fisik.
Fase Keempat: Masa Depan Media Interaktif dan Metaverse
Gaming, Dunia Virtual, dan Kepemilikan Digital
Evolusi media digital kini bergerak menuju interaksi dan imersi. Industri gaming, termasuk cloud gaming dan live streaming game, telah melampaui film dan musik dari sisi pendapatan. Interaksi sosial di dalam game menjadi bentuk hiburan baru.
Teknologi VR dan AR membuka jalan menuju metaverse, ruang virtual tiga dimensi tempat hiburan, pekerjaan, dan komunikasi menyatu. Sementara itu, NFT dan blockchain mulai mengubah konsep kepemilikan konten digital—dari seni, musik, hingga koleksi virtual.
Kesimpulan: Batas Hiburan yang Kian Kabur
Perjalanan media dari kaset fisik hingga cloud streaming dan dunia virtual didorong oleh tiga faktor utama: digitalisasi, kecepatan jaringan, dan personalisasi berbasis data. Hiburan kini sepenuhnya terdigitalisasi, dan batas antara penonton, pemain, serta pencipta konten semakin tipis.







