Hiburan Berubah Wajah: Dari Sekadar Tontonan ke Pengalaman Digital
Hiburan hari ini bukan lagi soal duduk diam menonton layar. Ia telah berevolusi menjadi pengalaman digital yang personal, interaktif, dan selalu tersedia. Perubahan ini bukan terjadi dalam semalam. Evolusi media digital adalah hasil dari puluhan tahun inovasi teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta tekanan pasar yang memaksa industri media untuk beradaptasi atau tertinggal.
Berdasarkan penelusuran tren teknologi dan analisis para pakar industri, perjalanan media digital memperlihatkan satu benang merah: kendali kini berada di tangan pengguna. Konsumen tidak hanya memilih apa yang ingin ditonton atau didengar, tetapi juga kapan, di mana, dan bahkan ikut menciptakan kontennya.
Fase Pertama: Era Fisik dan Dominasi Perangkat Pemutar (1970-an–1990-an)
Kaset, VCR, dan Awal Kontrol Konsumen
Sebelum era digital, hiburan sangat bergantung pada format fisik yang mahal dan terbatas. Di sektor video, kehadiran VCR (Video Cassette Recorder) menjadi terobosan besar. Persaingan format VHS dan Betamax bukan hanya soal kualitas, tetapi juga soal standar industri. VHS akhirnya menang, membuka jalan bagi budaya menonton film di rumah dan lahirnya “perpustakaan video” pribadi.
Di sisi audio, konsumen mengalami transisi dari piringan hitam ke kaset, hingga akhirnya Compact Disc (CD) mendominasi pasar pada akhir 1980-an. CD menawarkan kualitas suara digital yang lebih jernih dan daya tahan lebih baik, meski tetap bergantung pada media fisik.







