Daftar isi
Biaya memori: harga yang dibayar konsumen
Di sisi ponsel, kabarnya jauh lebih berat. Dalam proyeksi 26 Agustus 2026, IDC memperkirakan pengiriman ponsel global turun 16,7%. Itu penurunan tahunan terbesar yang pernah tercatat, dan lebih dalam dari proyeksi satu kuartal sebelumnya (13,9%). Penyebabnya, biaya memori NAND dan DRAM naik lebih dari 300% secara tahunan.
| Proyeksi IDC untuk 2026 | Angka |
|---|---|
| Pengiriman ponsel global | turun 16,7%, sedikit di atas 1 miliar unit |
| Harga jual rata-rata | naik 27,6%, menjadi US$581 |
| Nilai pasar | naik 6,3%, menjadi US$613 miliar |
| Pengiriman kacamata tanpa layar | 13,6 juta unit |
Menurut IDC, tekanan harga memori diperkirakan berlanjut setidaknya sampai 2028. Segmen di bawah US$100, yang mencapai 173 juta unit tahun lalu, turun hampir 60% pada kuartal II. Android menanggung hampir seluruh penurunan (turun 24,3%), sedangkan pangsa iOS naik ke rekor 23,6%.
IDC mengaitkan ini langsung dengan AI. Komponen yang memungkinkan AI adalah komponen yang sedang langka, dan biayanya diteruskan ke konsumen. Francisco Jeronimo, Vice President IDC, menyebut era ponsel murah telah berakhir.
Di Indonesia: menunda ganti, memilih yang awet
Data Counterpoint Research yang dikutip Katadata menunjukkan pola yang sama di dalam negeri:
- Pengiriman ponsel di Indonesia turun 9% secara tahunan pada kuartal I 2026.
- Harga ponsel naik 7% sampai 45%, baik model lama maupun baru.
- Segmen di bawah US$150 turun 19%.
- Segmen di atas US$600 tumbuh 30% dan mencapai pangsa tertinggi, 8,3%.
Counterpoint mencatat konsumen entry-level menunda pembelian atau beralih ke ponsel bekas. Sebagian model dasar juga memangkas memori hingga 4GB DRAM agar harga tertahan. Rata-rata harga ponsel global versi IDC, US$581, setara sekitar Rp10,3 juta pada kurs Rp17.700 yang dipakai Katadata.
Saran yang muncul dari pasar bergeser dari spesifikasi ke keawetan: daya tahan baterai, konsistensi performa setelah setahun pakai, dan lamanya pembaruan sistem serta keamanan dijanjikan.
Analisis penulis: jika pengguna menahan perangkat lebih lama dan sebagian beralih ke ponsel dengan memori kecil, produk digital yang ringan (situs, aplikasi, layanan) punya keuntungan nyata. Ini inferensi dari data di atas, bukan temuan dari sumbernya.
Privasi menentukan kecepatan adopsi
Perangkat yang selalu menyala dan membawa kamera memunculkan persoalan baru: orang di sekitar pemakainya tidak bisa memberi persetujuan. Pada 13 Oktober 2026, European Data Protection Board (EDPB) mengeluarkan rekomendasi tidak mengikat agar kacamata pintar menandai dengan jelas saat merekam, misalnya lewat lampu LED terang, sinyal suara, atau notifikasi di ponsel. Risikonya dinilai lebih besar di sekolah, rumah sakit, dan pantai.
Tekanan di Eropa juga bergerak ke arah pembatasan. Norwegia ingin larangan sementara di sejumlah ruang publik, Oslo sudah melarang kacamata berkamera di sekolah, dan jaksa Prancis membuka penyelidikan pidana atas keluhan pelecehan seksual terkait tren merekam perempuan di jalan lalu mengunggahnya.
Yang perlu dipantau
- Pasokan memori. IDC memperkirakan tekanan harga berlanjut hingga 2028. Selama itu, harga ponsel tidak mungkin kembali ke level 2025.
- Kacamata dengan layar. IDC memproyeksikan segmen ini tumbuh dari 3 juta unit pada 2026 menjadi 12,2 juta pada 2030.
- Regulasi privasi. Belum jelas apakah rekomendasi Eropa akan diikuti aturan mengikat, atau diadopsi di kawasan lain.
Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.