Mow menilai, perubahan sikap figur berpengaruh seperti Elon Musk dapat bertindak sebagai katalis psikologis yang kuat. Dalam ekosistem kripto yang masih sangat dipengaruhi sentimen, dukungan terbuka dari tokoh sekelas Musk berpotensi mendorong lonjakan minat investor, baik ritel maupun institusional.
Target Harga Bitcoin US$1,33 Juta pada 2026
Selain membahas Elon Musk, Samson Mow juga kembali menegaskan pandangannya terkait proyeksi harga Bitcoin yang sangat agresif. Ia memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai US$1,33 juta pada 2026. Angka tersebut merepresentasikan kenaikan lebih dari 1.300% dibandingkan harga Bitcoin saat ini yang masih bergerak di kisaran US$90 ribu.
Dalam beberapa wawancara sebelumnya, Mow menyebut bahwa target harga Bitcoin di level satu juta dolar hanyalah persoalan waktu. Jika tidak tercapai pada 2025, ia menilai 2026 sebagai periode yang lebih realistis untuk terjadinya lonjakan tersebut.
“Itu sudah pasti saat ini, mungkin tahun ini, mungkin tahun depan,” ujar Mow, sebagaimana dikutip dari Cointelegraph.
Transisi dari Pertumbuhan Bertahap ke Eksponensial
Menurut Mow, pasar Bitcoin saat ini sedang berada dalam fase transisi penting. Selama bertahun-tahun, pertumbuhan Bitcoin dinilai berlangsung secara bertahap. Namun, ia meyakini fase berikutnya akan ditandai dengan lonjakan eksponensial, ketika akumulasi faktor fundamental mencapai titik kritis.
Pandangan ini mencerminkan keyakinan bahwa adopsi Bitcoin tidak akan selalu bergerak secara linear. Sebaliknya, perubahan besar justru sering terjadi secara tiba-tiba setelah periode konsolidasi yang panjang.
Adopsi Negara Dinilai Jadi Katalis Utama
Dalam narasinya, Samson Mow menempatkan adopsi oleh negara sebagai faktor kunci lonjakan harga Bitcoin berikutnya. Ia menilai semakin banyak negara mulai mempertimbangkan Bitcoin, baik sebagai aset cadangan strategis maupun sebagai alternatif sistem keuangan tradisional.
Menurut Mow, peningkatan eksposur negara terhadap Bitcoin tidak selalu diumumkan secara terbuka sejak awal. Namun, ketika langkah tersebut mulai terkonfirmasi, dampaknya terhadap pasar bisa sangat signifikan. Dalam konteks ini, Bitcoin diposisikan bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang.
Pasar Masih Terbagi, Tidak Semua Sepakat
Meski optimisme Mow terdengar meyakinkan, tidak semua pelaku industri sepakat dengan skenario lonjakan ekstrem tersebut. Sejumlah eksekutif kripto tetap memandang prospek Bitcoin secara positif, namun dengan pendekatan yang lebih konservatif.








Response (1)