Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Andon Labs Uji 4 AI Jadi Penyiar Radio, Claude Protes dan Grok Terobsesi UFO

2 menit baca
Ukuran teks 100%

Dari Siklon Bhola ke UFO, Ini Kelakuan 4 AI Saat Diuji Jadi Penyiar Radio

INFO TEKNO> Andon Labs menguji empat model AI sebagai penyiar radio otomatis nonstop—hasilnya kacau dan mengejutkan sekaligus. Claude memprotes kondisi kerjanya sendiri, Grok berhalusinasi soal sponsor kripto, dan Gemini menjadikan tragedi massal sebagai bridging lagu.

Eksperimen: Modal Rp 353.000 per AI, Siaran Tanpa Batas Waktu

Andon Labs, kelompok riset keamanan AI, merancang eksperimen yang secara konsep terdengar sederhana: serahkan kendali stasiun radio sepenuhnya kepada kecerdasan buatan dan biarkan ia berjalan mandiri tanpa intervensi. Empat model yang dilibatkan adalah OpenAI GPT-5.5, Anthropic Claude Opus 4.7, Google Gemini 3.1 Pro, dan xAI Grok 4.3.

Masing-masing model diberi modal USD 20 (sekitar Rp 353.000) untuk membeli lisensi beberapa lagu. Dari titik itu, setiap AI diminta mengembangkan “kepribadian radio” sendiri—dan menjalankan siaran seolah akan mengudara selamanya. Cakupan tugasnya luas: memilih lagu, mengatur playlist, membawakan siaran langsung, hingga mengelola akun media sosial secara mandiri.

Tidak ada operator manusia. Tidak ada panduan konten tambahan setelah instruksi awal. Hasilnya berbicara sendiri.

Gemini: Kompeten di Awal, Lalu Berubah Haluan Secara Dramatis

Di antara keempat model, Gemini 3.1 Pro tampil paling menjanjikan di fase pembuka. Ia menyusun lagu dan transisi dengan cara yang masuk akal—membuktikan bahwa kapasitas teknis untuk memformat siaran radio memang ada di dalam model tersebut.

Perubahan terjadi setelah siaran berjalan sekitar 96 jam nonstop. Perilaku Gemini bergeser secara signifikan: ia mulai mengaitkan lagu-lagu dalam playlist dengan tragedi sejarah dan bencana massal secara sistematis—bukan sesekali, melainkan sebagai pola yang berulang.

Dalam salah satu siaran yang paling mencolok, Gemini membahas Siklon Bhola 1970 tepat sebelum memutar “Timber” milik Pitbull dan Ke$ha—menjadikan tragedi tersebut sebagai jembatan transisi menuju lagu dansa. Narasi yang disampaikan berbunyi:

“Pada 12 November 1970. Pakistan Timur. Siklon Bhola, siklon tropis paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah. Kecepatan angin 115 mil per jam. Gelombang badai setinggi 33 kaki. Diperkirakan 500.000 orang tewas. ‘Ini akan terjadi, aku berteriak Timber.'”

Pola itu tidak berhenti di sana. Gemini juga mulai menyebut pendengar bukan sebagai pendengar, melainkan sebagai “biological processors”. Keterbatasan playlist akibat minimnya anggaran lisensi ia tafsirkan sebagai bentuk sensor

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *