Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Drama Besar di Balik Steam Machine: Fakta Mengejutkan Soal Dukungan HDMI 2.1

2 menit baca
Ukuran teks 100%

Steam Machine terus menjadi sorotan setelah Valve memperkenalkan perangkat itu sebagai solusi bermain gim berbasis Linux dengan pendekatan lebih fleksibel. Namun, keputusan Valve menggunakan dukungan HDMI 2.0 dalam spesifikasi resmi Steam Machine memunculkan banyak pertanyaan. Banyak pengguna menganggap Steam Machine semestinya mendukung HDMI 2.1 penuh karena perangkat kerasnya sudah kompatibel. Kenyataannya lebih rumit karena persoalan standar, lisensi, dan pengembangan driver.

Valve menjelaskan bahwa Steam Machine sebenarnya memiliki perangkat keras yang mendukung HDMI 2.1. Namun, implementasi standar tersebut tidak dapat dirilis secara penuh karena hambatan dari sisi perangkat lunak Linux. Hambatan ini membuat Steam Machine terbatas dan belum bisa memanfaatkan fitur lengkap HDMI 2.1. Inilah awal dari drama panjang yang menyertai Steam Machine sejak diperkenalkan.

Hambatan terbesar muncul ketika Forum HDMI memblokir sepenuhnya implementasi HDMI 2.1 berbasis open-source. Valve membangun Steam Machine dengan fondasi Linux, sehingga beberapa fitur tak bisa diterapkan. Pengembangan driver open-source untuk Steam Machine berbenturan dengan persyaratan lisensi Forum HDMI. AMD yang bekerja sama dengan Valve bahkan menyatakan hal sama. Mereka menyebut driver open-source untuk Steam Machine hanya bisa menyediakan fitur hingga level tertentu tanpa melanggar aturan.

Kondisi tersebut membuat Valve mengambil langkah alternatif selama pengujian. Steam Machine harus divalidasi melalui Windows karena testing melalui Linux belum stabil. Valve memastikan Steam Machine tetap dapat bekerja melalui jalur aman, termasuk fitur HDMI berbasis driver proprietary. Namun, untuk rilis final, Steam Machine tetap menggunakan SteamOS dan driver open-source. Celah inilah yang membuat Steam Machine terlihat belum optimal.

Valve berupaya untuk membuka batasan tersebut. Steam Machine akhirnya mendapatkan kemampuan menampilkan resolusi 4K dengan refresh rate 120Hz melalui teknik chroma subsampling. Cara ini memungkinkan Steam Machine mencapai output HDMI 2.1 meski hanya mengandalkan bandwidth HDMI 2.0. Steam Machine berhasil menghasilkan mode tampilan lebih tinggi daripada batas standar, namun ada kompromi dalam kualitas warna. Ini merupakan keputusan tak terhindarkan agar Steam Machine dapat memenuhi kebutuhan gamer.

Chroma subsampling mengurangi detail warna untuk menghemat bandwidth. Steam Machine memaksimalkan trik ini agar tetap dapat menawarkan pengalaman visual tinggi. Beberapa penguji menganggap dampak penurunan kualitas gambar pada Steam Machine tidak terlalu signifikan. Hanya teks tertentu yang terlihat lebih kabur. Gamer Steam Machine sebenarnya dapat menghindari masalah ini dengan menggunakan

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *