Pada September lalu, Meta meluncurkan kacamata Meta Ray-Ban Display seharga USD 799, yang dilengkapi layar mini untuk menampilkan pesan dan pratinjau foto. Produk ini dinilai lebih dekat dengan kebutuhan konsumen dibanding headset VR yang masih tergolong niche.
Kerugian Besar dan Evaluasi Ulang Strategi
Sejak akhir 2020, divisi Reality Labs mencatat kerugian kumulatif lebih dari USD 70 miliar. Angka ini menjadi beban besar bagi Meta dan memaksa manajemen melakukan evaluasi strategis secara menyeluruh.
Di sisi lain, Meta juga tengah berupaya menyusun arah AI yang lebih jelas. Perusahaan dikabarkan akan merilis model AI terbaru dengan nama kode Avocado pada kuartal pertama tahun ini sebagai bagian dari upaya mengejar ketertinggalan dari para pesaing.
Kesimpulan
Peralihan fokus Meta dari metaverse ke AI mencerminkan realitas keras industri teknologi: visi besar harus tetap diuji oleh pasar. Meski metaverse belum sepenuhnya ditinggalkan, prioritas Meta kini jelas berada pada AI dan wearable cerdas yang dinilai lebih relevan secara bisnis.
Langkah ini menandai babak baru bagi Meta, sekaligus menjadi pelajaran penting bahwa inovasi teknologi tidak selalu berjalan sesuai rencana awal.








Responses (3)