Sebagai perbandingan, Roblox mencatat lebih dari 150 juta pengguna aktif harian, sementara Horizon Worlds hanya mampu meraih ratusan ribu pengguna aktif bulanan. Ketimpangan ini membuat Meta mulai mengubah pendekatan, dengan mencoba meniru model dunia virtual yang lebih ringan dan berorientasi hiburan.
Horizon Worlds Beralih ke Arah Mobile
Meta bahkan mengarahkan Horizon Worlds untuk bertransformasi menjadi aplikasi seluler. Menurut analis CCS Insight, Ben Hatton, langkah ini masuk akal mengingat stagnasi penjualan headset VR dan dominasi mobile gaming dalam lima tahun terakhir.
Pendekatan ini menunjukkan pergeseran dari visi futuristik berbasis perangkat khusus menuju strategi yang lebih realistis dengan memanfaatkan ekosistem ponsel pintar yang sudah matang.
AI Menjadi Poros Baru Strategi Meta
Seiring redupnya metaverse, Meta justru meningkatkan agresivitas di bidang AI. Zuckerberg diketahui menggelontorkan dana besar untuk merekrut talenta AI papan atas, termasuk investasi USD 14,3 miliar untuk merekrut pendiri Scale AI, Alexandr Wang, yang kini memimpin strategi AI Meta.
Belanja Modal Naik Tajam
Pada Oktober 2025, Meta menaikkan proyeksi belanja modal tahun 2025 menjadi USD 70–72 miliar, sebagian besar diarahkan untuk infrastruktur AI. Pada periode yang sama, Vishal Shah, yang selama empat tahun memimpin proyek metaverse, dipindahkan menjadi Wakil Presiden Produk AI.
Langkah ini menegaskan bahwa AI kini menjadi tulang punggung masa depan Meta, baik untuk produk konsumen maupun persaingan langsung dengan pemain besar seperti OpenAI dan Google.
Wearable AI Jadi Titik Terang Meta
Meski VR belum membuahkan hasil, Meta mencatat performa lebih positif pada perangkat wearable AI, terutama melalui kemitraan dengan EssilorLuxottica. Produk Ray-Ban Meta menjadi contoh nyata bagaimana AI bisa diintegrasikan ke perangkat sehari-hari.








Responses (3)