Strategi ini dinilai cerdas karena berpotensi mengubah permasalahan lingkungan—yakni pertumbuhan tanaman invasif yang merusak ekosistem—menjadi sumber energi alternatif. Dengan demikian, inovasi Flint tidak hanya berfokus pada produk akhir, tetapi juga pada rantai produksi yang berkelanjutan.
Performa Setara Baterai Alkaline Konvensional
Meski terbuat dari kertas, Flint mengklaim bahwa performa baterainya setara dengan baterai alkaline sekali pakai yang umum beredar di pasaran. Tegangan listrik dan masa pakai dirancang stabil untuk kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Baterai ini ditujukan untuk perangkat berdaya rendah hingga menengah, sesuai dengan segmentasi baterai AA dan AAA pada umumnya. Selain itu, karakteristik materialnya membuat baterai ini lebih aman ditangani dan tidak menimbulkan risiko lingkungan jangka panjang.
Target Komersialisasi pada 2026
Flint menargetkan baterai kertas AA dan AAA ini mulai tersedia untuk konsumen secara luas pada tahun 2026. Di tengah maraknya pengembangan teknologi baterai futuristik, seperti solid-state atau baterai berbasis grafena, pendekatan Flint justru menonjol karena kesederhanaannya.
Alih-alih menawarkan solusi kompleks dan mahal, baterai kertas Flint hadir sebagai alternatif yang realistis, mudah diadopsi, dan berorientasi pada keberlanjutan. Jika berhasil diterapkan secara massal, inovasi ini berpotensi mengubah cara masyarakat memandang dan menggunakan baterai sekali pakai di masa depan.








Responses (2)