Berita  

Baterai Berbahan Kertas Siap Gantikan AA dan AAA Sekali Pakai

Startup Singapura Flint mengembangkan baterai berbahan kertas ramah lingkungan yang siap menggantikan baterai AA dan AAA sekali pakai mulai 2026.

Baterai Berbahan Kertas Siap Gantikan AA dan AAA Sekali Pakai
Baterai Berbahan Kertas Siap Gantikan AA dan AAA Sekali Pakai

Keputusan ini dinilai strategis karena memungkinkan konsumen menggunakan baterai tersebut tanpa perlu adaptor tambahan atau perangkat khusus. Produsen elektronik pun tidak harus mengubah desain produknya. Dengan kata lain, adopsi teknologi ini dapat dilakukan secara langsung dan bertahap tanpa mengganggu ekosistem yang sudah ada.

Material Selulosa yang Ramah Lingkungan

Berbeda dengan baterai modern yang bergantung pada lithium, nikel, atau kobalt, Flint sepenuhnya mengandalkan selulosa berbasis tanaman sebagai komponen utama. Selulosa ini diolah menjadi struktur baterai yang mampu menyimpan dan menyalurkan energi secara stabil.

Pendekatan tersebut secara signifikan mengurangi ketergantungan pada logam berat dan bahan kimia berbahaya yang selama ini menjadi masalah utama dalam pengelolaan limbah baterai. Selain lebih aman bagi manusia, material selulosa juga jauh lebih mudah terurai secara alami setelah masa pakainya berakhir.

Baca Juga  Home Companion: Evolusi Samsung Bespoke AI 2026 Menuju Rumah Pintar yang Lebih Cerdas

Elektrolit Berbasis Air yang Lebih Aman

Dari sisi reaksi kimia, baterai kertas Flint menggunakan elektrolit berbasis air. Komposisi ini melibatkan mineral yang relatif aman, seperti seng dan mangan, yang sudah lama dikenal dalam teknologi baterai konvensional, tetapi kali ini dikombinasikan dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Hasilnya adalah baterai yang tidak beracun, tidak mudah terbakar, serta lebih aman dalam proses penggunaan maupun pembuangan. Faktor keamanan ini menjadi nilai tambah penting, terutama untuk penggunaan di rumah tangga dan lingkungan dengan anak-anak.

Produksi Lokal dan Pemanfaatan Tanaman Invasif

Flint memproduksi baterai kertas ini langsung di Singapura dengan memanfaatkan sumber daya hayati lokal. Menariknya, perusahaan tersebut juga berencana menggunakan tanaman invasif sebagai bahan baku selulosa.

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *