Berita  

Analis Nilai Kesepakatan Nvidia-Groq Dirancang Jaga Ilusi Persaingan AI

CEO Nvidia Jensen Huang
CEO Nvidia Jensen Huang

Lisensi Non-Eksklusif dan Strategi Antimonopoli

Alih-alih mengumumkan akuisisi penuh, Nvidia dan Groq memilih skema lisensi non-eksklusif. Strategi ini memungkinkan Nvidia mendapatkan akses teknologi dan talenta kunci tanpa harus secara resmi “menghilangkan” Groq sebagai entitas pesaing.

Para analis menilai pendekatan ini membantu Nvidia menghindari tekanan regulator. Dengan Groq tetap beroperasi sebagai perusahaan independen, ilusi persaingan tetap terjaga, meski secara praktis Nvidia menguasai aset strategisnya.

Talenta AI Jadi Aset Utama

Kesepakatan ini juga mencakup perpindahan pendiri dan CEO Groq, Jonathan Ross, beserta jajaran eksekutif senior ke Nvidia. Mereka akan berperan dalam mengembangkan dan menskalakan teknologi yang dilisensikan.

Baca Juga  Nvidia Perkenalkan Alpamayo: Langkah Besar Menuju Era Mobil Otonom Bertenaga AI

Langkah ini mengikuti tren yang sudah lebih dulu dilakukan Meta, Google, Microsoft, hingga Amazon, yang menggelontorkan dana besar untuk merekrut talenta AI terbaik sekaligus mengamankan teknologi penting tanpa akuisisi konvensional.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *