Berita  

Analis Nilai Kesepakatan Nvidia-Groq Dirancang Jaga Ilusi Persaingan AI

Kesepakatan Nvidia dan Groq dinilai strategis untuk memperkuat dominasi AI sambil menghindari tekanan antimonopoli.

CEO Nvidia Jensen Huang
CEO Nvidia Jensen Huang

Kesepakatan Nvidia-Groq Jadi Sorotan Pasar

Dua hari setelah kabar kerja sama Nvidia dan Groq mencuat, pasar teknologi global masih membicarakan satu hal utama: bagaimana sebuah transaksi senilai sekitar 20 miliar dolar AS dapat dilakukan tanpa pengumuman resmi dari perusahaan publik paling bernilai di dunia. Tidak ada siaran pers, tidak ada pengajuan regulasi, hanya sebuah unggahan blog singkat dari Groq yang kemudian dikonfirmasi secara terbatas oleh Nvidia.

Bagi para analis, pendekatan ini bukanlah kebetulan. Struktur kesepakatan yang dikemas sebagai “perjanjian lisensi non-eksklusif” dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga citra persaingan di industri chip kecerdasan buatan (AI), sekaligus meminimalkan risiko pengawasan antimonopoli.

Baca Juga  Samsung Tampilkan Startup Binaan C-Lab di CES 2026

Transaksi Jumbo Tanpa Publikasi Besar

Menurut informasi yang diperoleh CNBC dari investor utama Groq, Nvidia menyepakati pembelian aset dan lisensi teknologi Groq senilai sekitar 20 miliar dolar AS dalam bentuk tunai. Nilai tersebut jauh melampaui akuisisi terbesar Nvidia sebelumnya, yakni pembelian Mellanox pada 2019 senilai hampir 7 miliar dolar AS.

Stacy Rasgon, analis Bernstein, menyebut situasi ini sebagai bukti betapa besarnya skala Nvidia saat ini. Menurutnya, Nvidia kini berada di posisi di mana transaksi puluhan miliar dolar bisa dilakukan bahkan pada periode libur Natal tanpa menimbulkan kegemparan berarti di pasar.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *