Project LUCI mencoba mengisi celah itu dengan menghadirkan sistem memori yang persisten, aman, dan mampu belajar dari interaksi pengguna secara bertahap.
Kolaborasi dan Keamanan Jadi Pilar Utama
Berbeda dari pendekatan tertutup yang diambil banyak startup AI, Memories.ai menegaskan bahwa Project LUCI dirancang untuk kolaborasi lintas industri. Perusahaan berencana menjalin kemitraan dengan beberapa produsen wearable seperti RayNeo dan Sharge guna mempercepat pengujian dan penerapan teknologi ini di perangkat komersial.
Dari sisi keamanan, LUCI dibangun dengan standar enterprise-grade. Data visual dan percakapan akan dienkripsi secara end-to-end, sementara akses ke memori pribadi pengguna dikontrol melalui sistem autentikasi biometrik dan lapisan enkripsi tambahan.
Selain itu, chipset LUCI menggunakan teknologi dari Qualcomm, yang dilengkapi hardware-based security module untuk mencegah kebocoran data. Langkah ini penting karena AI wearable dengan kemampuan mengingat percakapan berpotensi mengelola data sensitif seperti rekaman suara, ekspresi wajah, hingga aktivitas pribadi pengguna.
Dengan sistem keamanan tingkat tinggi, LUCI tidak hanya cerdas, tetapi juga dapat dipercaya untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Potensi Masa Depan: “Android-nya Dunia AI Wearable”
Karena sifatnya yang terbuka dan modular, banyak pengamat menilai Project LUCI berpotensi menjadi “Android-nya dunia AI wearable”. Bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai fondasi ekosistem yang memungkinkan berbagai perusahaan menciptakan perangkat AI dengan gaya dan fungsi berbeda namun berbasis teknologi yang sama.
Jika implementasi ini berhasil, kita bisa membayangkan masa depan di mana AI wearable tidak lagi hanya alat bantu, melainkan rekan digital yang mengingat percakapan, mengenali lingkungan, dan membantu mengambil keputusan berdasarkan konteks masa lalu.








Responses (2)