AI India dari Sarvam AI Diuji Melawan Model Global
Info Tekno> AI India kembali menjadi perhatian dalam industri kecerdasan buatan global setelah model large language model (LLM) yang dikembangkan perusahaan rintisan Sarvam AI diuji terhadap sejumlah model terkemuka dunia. Pengujian tersebut dilakukan oleh media teknologi CNA dengan membandingkan model 105 miliar parameter milik Sarvam dengan GPT-5.2 dari OpenAI, Gemini 3 dari Google, serta R1 dari DeepSeek.
Pengujian ini dilakukan menggunakan berbagai jenis prompt atau perintah untuk mengukur kemampuan model dalam beberapa aspek penting seperti penalaran logis, kefasihan bahasa, akurasi informasi, kreativitas, serta kemampuan memahami konteks budaya. Hasilnya menunjukkan bahwa model AI dari India tersebut mampu bersaing secara kompetitif dengan model global, meskipun masih terdapat sejumlah kelemahan yang menjadi perhatian para pakar.
Perkembangan ini muncul di tengah meningkatnya ambisi India dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan domestik yang mampu bersaing dengan perusahaan teknologi global. Selama beberapa tahun terakhir, negara tersebut dikenal memiliki keahlian dalam pengembangan perangkat lunak berbasis AI, namun belum dianggap sejajar dengan perusahaan seperti OpenAI, Google, Anthropic, DeepSeek, atau Alibaba.
Pertanyaan besar yang kini muncul adalah apakah peluncuran model AI baru dari Sarvam AI benar-benar menandai terobosan teknologi besar bagi India atau hanya sekadar klaim yang masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.
Peluncuran Model AI Sarvam di India AI Impact Summit 2026
Siapa yang Mengembangkan Model Ini?
Model AI yang diuji dalam laporan tersebut dikembangkan oleh Sarvam AI, sebuah perusahaan rintisan teknologi asal India yang fokus pada pengembangan large language model.
Perusahaan ini memperkenalkan model terbaru mereka dalam ajang India AI Impact Summit 2026 yang berlangsung pada Februari lalu. Dalam acara tersebut, Sarvam AI meluncurkan dua model utama, yakni model dengan kapasitas 105 miliar parameter dan model kedua dengan 30 miliar parameter.
Peluncuran tersebut menjadi salah satu proyek AI paling ambisius yang pernah dilakukan oleh perusahaan teknologi India.
Selain Sarvam AI, empat perusahaan India lainnya juga memperkenalkan model AI mereka dalam acara yang sama, termasuk:
- Gnani.ai dengan model fondasi berbasis suara
- BharatGen Initiative dengan model Param 2 berkapasitas 17 miliar parameter
- Tech Mahindra dengan model pendidikan bahasa Hindi berkapasitas 8 miliar parameter
- Fractal Analytics yang fokus pada AI untuk sektor kesehatan
Namun sebagian besar model tersebut memiliki kapasitas yang
Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.