Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan pencarian informasi terus berkembang pesat, termasuk di sektor kesehatan. Namun, inovasi ini tidak lepas dari kontroversi. Sejumlah pakar kesehatan memperingatkan bahwa fitur Ikhtisar AI Google (AI Overview) berpotensi membahayakan pasien karena menyajikan ringkasan informasi medis yang tidak selalu akurat.
Isu ini mencuat setelah sebuah laporan dari harian Inggris, The Guardian, yang diterbitkan pada 2 waktu setempat. Laporan tersebut menyoroti bagaimana ringkasan berbasis AI yang muncul di bagian atas hasil pencarian Google dapat menyesatkan pengguna, khususnya ketika mereka mencari informasi terkait kondisi kesehatan serius.
Klaim Google tentang Keandalan Ikhtisar AI
Google selama ini mempromosikan fitur AI Overview sebagai alat bantu yang memudahkan pengguna memahami topik kompleks secara cepat. Fitur ini menggunakan teknologi AI generatif untuk merangkum informasi penting dari berbagai sumber dan menyajikannya dalam bentuk ringkas di halaman pencarian.
Menurut Google, Ikhtisar AI dirancang untuk membantu pengguna mendapatkan gambaran awal yang akurat dan relevan, termasuk dalam topik sensitif seperti kesehatan. Namun, pendekatan ini justru memunculkan kekhawatiran baru ketika ringkasan tersebut dianggap menggantikan peran sumber medis yang kredibel.
Peringatan dari Pakar Kesehatan
The Guardian menyebutkan bahwa Ikhtisar AI Google “dapat membahayakan orang dengan memberikan informasi kesehatan yang tidak akurat.” Kekhawatiran ini bukan sekadar spekulasi, melainkan didukung oleh temuan konkret setelah dilakukan verifikasi dengan berbagai organisasi kesehatan dan pakar medis.
Contoh Kasus: Saran Diet untuk Pasien Kanker Pankreas
Salah satu contoh yang disoroti adalah saran AI Google kepada pasien kanker pankreas untuk menghindari makanan tinggi lemak. Sekilas, rekomendasi ini tampak masuk akal. Namun, menurut para ahli, saran tersebut justru bisa berdampak buruk bagi pasien dengan kondisi tersebut.








Responses (2)