Info Tekno > Memasuki awal 2026, Apple menghadapi tekanan baru dalam rantai pasokan global seiring meningkatnya kebutuhan chip untuk teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Lonjakan permintaan tersebut membuat ketersediaan sejumlah komponen penting menjadi semakin terbatas, memunculkan potensi gangguan produksi perangkat Apple dalam beberapa tahun ke depan, terutama pada produk yang mengandalkan performa komputasi tinggi.
Permintaan chip untuk AI tidak hanya datang dari sektor konsumen, tetapi juga dari pusat data, komputasi awan, dan pengembangan model AI berskala besar. Kondisi tersebut membuat persaingan mendapatkan komponen chip semakin ketat, bahkan bagi perusahaan sekelas Apple yang dikenal memiliki manajemen rantai pasokan yang kuat.
Glass Cloth Jadi Titik Lemah Rantai Pasokan Chip
Menurut laporan yang dirangkum dari 9to5Mac pada Rabu (14/1/2026), komponen yang menjadi sumber persoalan adalah glass cloth. Material ini merupakan bahan utama dalam pembuatan substrat chip dan papan sirkuit tercetak (PCB), yang berfungsi menjaga stabilitas struktural chip sekaligus mendukung transmisi data berkecepatan tinggi.
Glass cloth memiliki peran krusial dalam chip modern, terutama untuk komputasi AI yang membutuhkan kecepatan, efisiensi, dan kestabilan tinggi. Tanpa kualitas material yang memadai, performa chip dapat menurun dan berisiko menimbulkan gangguan teknis pada perangkat.
Masalahnya, produksi glass cloth saat ini masih sangat terbatas. Hanya segelintir produsen global yang mampu memproduksi material ini dengan spesifikasi tinggi yang dibutuhkan industri semikonduktor. Ketergantungan pada jumlah pemasok yang sedikit membuat rantai pasokan menjadi rapuh, terutama ketika permintaan meningkat secara drastis.
Lonjakan Permintaan AI Memperketat Persaingan Global
Lonjakan adopsi AI dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor utama di balik kelangkaan ini. Tidak hanya Apple, hampir seluruh raksasa teknologi dunia—mulai dari produsen chip, perusahaan komputasi awan, hingga pengembang perangkat keras AI—membutuhkan komponen yang sama untuk mendukung produk mereka.







