Kebocoran Data Instagram Picu Gelombang Reset Password Global
Info Tekno > Insiden keamanan siber kembali mengguncang dunia media sosial. Kali ini, sekitar 17,5 juta akun Instagram diduga menjadi korban kebocoran data besar-besaran yang memicu notifikasi reset password massal di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh perusahaan keamanan siber Malwarebytes dalam laporan resminya pada awal Januari 2026. Mereka mendeteksi adanya penjualan data pengguna Instagram di dark web, mencakup nama lengkap, alamat email, nomor telepon, dan bahkan sebagian data lokasi fisik pengguna.
Temuan itu diduga kuat berkaitan dengan kebocoran API publik Instagram yang terjadi pada akhir 2024, yang saat itu disebut telah diperbaiki oleh Meta. Namun, data yang sudah disalin dan disebarluaskan tampaknya baru dimanfaatkan secara masif belakangan ini.
Menurut laporan Cybersecuritynews, penjual data dengan nama alias “Subkek” mengklaim bahwa data tersebut diperoleh dari proses scraping API Instagram serta sumber spesifik dari beberapa negara. Dalam unggahan di forum bawah tanah, “Subkek” juga menampilkan sampel data valid yang memuat kombinasi informasi pribadi dan akun bisnis — memperkuat dugaan bahwa data tersebut benar-benar berasal dari sistem Instagram.
Pengguna Indonesia Ikut Terimbas: Reset Password Massal
Gelombang notifikasi perubahan kata sandi dilaporkan terjadi sejak awal Januari 2026. Beberapa pengguna di Indonesia mengaku menerima email resmi dari Instagram yang meminta mereka segera mengganti kata sandi karena adanya “aktivitas mencurigakan”.
Salah satu pengguna, Anggri (34), mengungkap bahwa dirinya telah dua kali menerima email serupa — pada tanggal 6 dan 10 Januari. “Awalnya saya kira hanya bug atau spam, tapi setelah teman-teman saya juga mengalami hal yang sama, saya mulai khawatir,” ujarnya kepada wartawan.
Hal serupa dialami Denis, pengguna lain yang menerima notifikasi serupa namun memilih untuk tidak menindaklanjutinya. “Saya takut itu jebakan phishing. Jadi saya abaikan saja,” katanya.
Menariknya, fenomena ini terjadi serentak di berbagai wilayah. Di media sosial X (Twitter) dan Reddit, banyak pengguna melaporkan pengalaman serupa — menerima permintaan reset password tanpa pernah mengajukan permintaan tersebut.
Fenomena itu memperkuat dugaan bahwa sistem Instagram melakukan reset massal otomatis sebagai langkah preventif, atau akibat lonjakan percobaan login dari pelaku kejahatan siber yang memanfaatkan data bocor.
Mengapa Insiden Ini Dianggap Serius?
Kebocoran data bukan sekadar soal privasi, tetapi juga potensi penyalahgunaan informasi. Menurut Malwarebytes, data yang dijual di
Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
17,5 Juta Akun Instagram Diduga Bocor, Pengguna Terima Reset Massal - Media Seruni
[…] kembali jadi sorotan setelah muncul laporan dugaan kebocoran data besar-besaran yang melibatkan 17,5 juta akun pengguna aktif di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Insiden ini menyebabkan gelombang reset password massal, di […]
Kebocoran 17,5 Juta Akun Instagram: Ketika Privasi Digital Jadi Taruhan – mahidara.co
[…] tahun 2026 dibuka dengan kabar yang mengejutkan dunia digital. Ratusan ribu pengguna Instagram di berbagai negara, termasuk Indonesia, mengaku menerima notifikasi mendadak untuk mengganti […]